Di sini kami akan menyampaikan informasi-informasi dan memuat berbagai macam cerita dari beberapa sumber yang menurut kami bagus.

Site Info

Minggu, 21 Oktober 2012

Cerpen dengan tema : Kesetiaan



 

Putri dan Anjing Kerajaan


Dahulu kala ada seorang putri kerajaan yang bernama Juwita. Dia hidup bersama Fellix, seekor anjing besar dan gagah dari kerajaan. Pada suatu ketika putri kerajaan tidak kuasa melihat anjingnya tidak diperlakukan baik oleh pihak kerajaan. Lalu dia berkata, “Hai kalian semua, apakah salah anjing itu ? Dia telah setia menjaga kerajaan selama bertahun-tahun, tapi apa yang kalian perbuat ?”. Dengan kecewa dia menggendong anjing itu dan membawanya menghadap Raja Punhy , yaitu ayahnya sendiri, “Ayah ! kenapa engkau biarkan anjingku ini tersakiti ? Apakah kurang jasa-jasa Felix selama ini ?” dengan terisak putri tersebut menentang ayahnya. Raja berkata dengan enteng, ”Anakku, itu hanyalah seekor anjing. Dia hanya butuh makan dan minum”. Dengan menangis gadis kerajaan itu berlari keluar sambil berkata, “Selamat tinggal ayah”. Seolah mengerti, anjing tersebut lalu mengikuti sang putri. Sesampainya di luar kerajaan, putri berhenti berlari dan berjalan bersama anjingnya. “Fellix, ayo kita pergi ke sana”, sahut sang putri menunjuk kesebuah hutan. Lalu anjing tersebut menggonggong dan mengikuti putri.
Berbulan-bulan sang putri hidup dengan anjing kesayangannya. Mereka mencari makan, bercerita, bermain dengan ceria. Pada suatu hari, ada seorang penjelajah yang tersesat di hutan tersebut. “Hai, apakah ada orang ?”, penjelajah tersebut mengetuk pintu. Saat itu sang putri dan Fellix sedang mencari kayu bakar. Penjelajah itu memutuskan untuk istirahat di tempat itu sampai akhirnya ia tertidur. Ketika putri datang, dia sangat terkejut ada orang di rumahnya, “Fellix, siapa orang itu ?” sang putri heran. Anjing itu lalu menggonggong keras di dekat penjelajah tersebut. Dia terbangun, lalu sang putri berkata, “Hai, siapakah gerangan ini ?”. Orang itu menjawab , “Aku penjelajah yang tersesat di hutan ini”. Dengan wajah heran dia berkata lagi, “Lalu siapakah engkau wahai gadis cantik ?” Dengan tertegun sang putri menjawab, “Aku..... adalah...... seorang putri kerajaan”. Mereka lalu berjabat tangan “Handi”, putri membalas “Juwita”. Handi ijin menginap dengan si putri. Putri mengijinkan, tetapi Handi tidur di kursi luar. Dengan gembira si penjelajah menerima persyaratan putri. Setiap hari dia mengajak si putri berjalan-jalan, sedangkan Fellix ditugaskan mencari kayu bakar dan bahan makanan. Dengan keadaan seperti itu, Fellix tetap setia pada sang putri meski anjing itu sebenarnya kecewa. Tanpa lelah anjing itu mencari bahan makanan untuk sang putri dan penjelajah tersesat.
Dalam suatu hari, saat Fellix sedang berjalan-jalan mencari kayu bakar, tiba-tiba ada sekelompok pemburu yang sedang mengincar anjing itu. Dengan sekali tembak, 2 peluru menembus kaki depannya. Dengan segera anjing itu berlari dan berlindung, berusaha menghindari kejaran pemburu. Saat keadaan telah aman, anjing tersebut membawa pulang beberapa buah untuk sang putri dengan keadaan kakinya tertembak. Dia lalu berbaring untuk meringankan lukanya. Pada sore harinya saat putri telah kembali bersama Handi, seperti tersambar petir dia melihat anjingnya yg terluka. Dengan segera sang putri mendekati Fellix, “Apa yg terjadi padamu Fellix ?” namun Fellix diam saja menahan luka. Sesaat si putri memandang Handi, lalu mengambil obat untuk Fellix. Putri berkata, “Handi, sebaiknya kamu segera pergi. Kau telah membuat aku lupa dengan anjing kesayanganku”. Handi menyahuti’ “Tapi Juwita ! Aku tidak bermaksud.....”. “Sudahlah Handi, sebaiknya kamu pergi dari tempat ini” dengan cepat si putri memotong pembelaan Handi. Dengan rasa kecewa Handi bergegas meninggalkan tempat itu. Setelah itu, Putri kembali mengobati Felix dan meminta maaf pada Fellix. Beberapa hari luka itu tak kunjung sembuh, lukanya semakin parah hingga akhirnya Fellix tidak dapat menggerakkan kakinya.
Keesokan harinya sang putri ditemukan oleh utusan kerajaan agar kembali karena Ratu Tirine sedang sakit parah. Tanpa mengingat anjingnya, sang putri lalu ikut dengan utusan kerajaan tersebut. Fellix hanya bisa terdiam layaknya barang bekas yang tak berguna. Saat di tengan perjalanan, si putri Juwita tiba-tiba ingat dengan anjingnya dan ingin kembali ke tempat tinggalnya di hutan. Setibanya di gubuk kecil tempat tinggalnya di hutan, dia berlari untuk menemui anjingnya. Namun anjing tersebut tak bergerak sama sekali. “Fellix ! Fellix !” sang putri tiba-tiba meneteskan air mata dan membawa Fellix. Dia menangis di sepanjang jalan menuju ke istana. Setibanya di istana, dia lalu berlari menemui Ratu Tirine. Dia tak memikirkan lagi anjingnya yang setia dan selalu bersamanya. Lalu putri Juwita menemui anjing kesayangannya yang sudah tak bernyawa, setelah itu Felix dikubur di dekat kerajaan dan putri diberikam anjing baru sebagai hadiah karena telah kembali ke Kerajaan.



Pengarang : Ferry Candra Setiawan 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Perhatian :

Dalam berkomentar perhatikan etika dan dengan bahasa yang sopan. Tidak ada unsur pornografi, sara, penghinaan, dsb. Komentar yang tidak pantas akan admin hapus

ADMIN ceritadantipskeren.blogspot.com

Change Language

Bekerja keraslah agar hidupmu tidak sia-sia. Jadilah satu bintang terang diantara beribu bintang. Diberdayakan oleh Blogger.

Histat

Flag Counter

Don't Copy

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Search Tool

..

Arsip Blog

Blogger templates